Como 1907 kembali memanaskan papan atas Serie A setelah menunjukkan performa yang semakin matang di bawah sentuhan Cesc Fabregas. Menjelang laga pekan ke-13 melawan Sassuolo di Stadio Giuseppe Sinigaglia, Sabtu (29/11/2025) dini hari WIB, atmosfer optimisme kembali menyelimuti publik Como—namun lawannya kali ini bukan tim yang mudah dilewati.
Como Melesat, Percaya Diri di Kandang
ItuGolBosku - Kemenangan 5-1 di markas Torino belum lama ini membuat Como semakin percaya diri. Bukan hanya mencatat hasil besar, tetapi juga memperlihatkan permainan kolektif yang semakin solid. Mereka kini hanya berselisih tiga poin dari zona Liga Champions, sebuah pencapaian luar biasa untuk tim yang baru kembali menjadi sorotan Serie A.
Lebih menarik lagi, Como sedang dalam tren tak tersentuh kekalahan. Mereka tidak terkalahkan dalam 10 pertandingan liga terakhir, mendekati rekor terpanjang mereka di kompetisi tertinggi Italia sejak 1986. Selain itu, Sinigaglia kembali menjadi tempat yang angker. Como belum pernah kalah di kandang musim ini—tiga menang dan tiga imbang—membuktikan bahwa mereka bukan lawan sembarangan.
Sassuolo Datang sebagai Ancaman Serius
Meski berada dalam situasi tandang, Sassuolo bukan tim yang bisa diremehkan. Pasukan Fabio Grosso tampil konsisten dengan torehan tak terkalahkan di tiga dari empat laga terakhir, termasuk dua kemenangan penting. Sassuolo bahkan memenangkan tiga dari empat laga tandang terakhirnya, menunjukkan bahwa mereka nyaman bermain jauh dari Reggio Emilia.
Salah satu catatan menarik adalah pertemuan terakhir kedua tim yang berlangsung di Coppa Italia September lalu. Sassuolo harus menerima kekalahan 0-3 dari Como—kekalahan yang tentu ingin mereka balas dalam duel kali ini.
Duel Pelatih: Fabregas vs Grosso
Pertarungan taktikal antara Fabregas dan Grosso juga menjadi bumbu menarik. Keduanya sudah sekali bertemu musim ini, dengan Fabregas keluar sebagai pemenang. Namun Grosso tidak bisa dianggap remeh karena memiliki rekor cukup baik melawan Como sejak 2021: tiga kemenangan dan dua kekalahan.
Fabregas dikenal memadukan gaya penguasaan bola dengan transisi cepat, sementara Grosso lebih pragmatis dengan fleksibilitas antarlini. Duel ide ini bisa menjadi faktor penentu.
Baca Juga : SEA Games 2025: Kamboja Mundur, Indonesia Bisa Pindah Grup
Wasit Matteo Marchetti, Angin Segar atau Ancaman?
Matteo Marchetti ditunjuk memimpin laga ini. Untuk Como, wasit ini bukan sosok yang membawa banyak keberuntungan: dari empat pertandingan, Como mencatat dua imbang dan dua kalah, serta menerima 10 kartu kuning plus dua kartu merah. Sementara Sassuolo memiliki rekor lebih seimbang: dua menang dan dua kalah di bawah Marchetti.
Dengan karakter Marchetti yang cukup tegas dalam memberikan kartu, laga ini bisa berakhir panas.
Pemain Kunci
Como:
-
Nico Paz – 5 gol, 4 assist, rating 7.90
Paz menjadi motor kreativitas sekaligus penyelesaian akhir Como. Pemain muda ini berada dalam performa terbaiknya sejauh musim ini.
Sassuolo:
-
Domenico Berardi – 4 gol, 3 assist
-
Andrea Pinamonti – 4 gol
-
Arijanet Murić – rating 7.11
Berardi tetap menjadi ancaman terbesar, sementara Murić berperan vital menjaga stabilitas pertahanan Sassuolo.
Kondisi Tim
Como:
Assane Diao, Sergi Roberto, Edoardo Goldaniga (cedera), Ivan Smolcic (akumulasi).
Sassuolo:
Filippo Romagna, Laurs Skjellerup, Edoardo Pieragnolo (cedera).
Prediksi
Berdasarkan tren performa, statistik kandang, dan kreativitas lini serang, Como memang lebih diunggulkan. Namun performa tandang Sassuolo yang cukup impresif bisa membuat laga ini berlangsung ketat.
Prediksi InfoTerViral:
Como 2 – 1 Sassuolo
sumber : Infoterviral

Tidak ada komentar:
Posting Komentar